Rabu, 08 Mei 2013

Bacaleg PAN, Demokrat, dan Golkar Paling Banyak Lolos

Jakarta – Dari 12 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2014, ternyata hanya beberapa parpol yang serius menyiapkan bakal calon anggota legislatif (bacaleg). Berdasarkan data yang disampaikan Ketua KPU Husni Kamil Manik di Jakarta, Selasa (7/5), hanya tiga parpol yang mampu meloloskan bacaleg di atas 50 persen.

Ketiga parpol tersebut adalah Partai Amanat Nasional (PAN, 70,71 persen), Demokrat (65 persen), dan Partai Golkar (63,93 persen). Meski demikian, Partai Demokrat tercatat mengajukan satu calon lebih banyak. Sesuai UU Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD, setiap parpol mengajukan paling banyak 560 bacaleg, tetapi Demokrat mengajukan 561 bacaleg.

Sebaliknya, ada juga tiga parpol lain yang sama sekali tak mampu memenuhi persyaratan untuk meloloskan bacaleg-nya. Ketiga parpol itu adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Sedangkan enam parpol lain meloloskan bacaleg dalam persentase yang bervariasi, yakni Gerindra (15,89 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB, 15,5 persen), Partai Bulan Bintang (PBB, 2,72 persen), Hanura (1,43 persen), Partai Nasdem (1,25 persen), dan PDIP (0,55 persen).

Penulis: WIN/A-16/AB

Sumber : beritasatu

Demokrat Minta Pembahasan RUU Pilpres Dihentikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fraksi Partai Demokrat berpandangan revisi UU Nomor 42/2008 tentang Pilpres tidak perlu dilanjutkan. Bagi Demokrat undang-undang yang berlaku sekarang sudah memadai. "Kami pikir sudah bagus," kata anggota Baleg Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin ketika dihubungi Republika, Selasa (7/5).

Didi mengakui perlunya peraturan tambahan terkait penyelenggaraan pemilu presiden. Misalnya, mencantumkan soal iklan politik kandidat capres dan cawapres. Hal ini menurutnya perlu diatur agar kandidat capres yang memiliki jaringan media tidak berlebihan saat beriklan.

Namun, lanjutnya, peraturan iklan capres dan cawapres tersebut sebaiknya diserahkan ke penyelenggara pemilu. "KPU dan Bawaslu membuat peraturan yang adil bagi semua pihak," ujarnya.

Menyangkut ambang batas presiden (presidential threshold/PT), Demokrat juga berpendapat tak perlu ada perubahan. Didi menyatakan PT yang tinggi akan menjadi proses seleksi alamiah terhadap para bakal capres-cawapres. 

Sisi positifnya, penyelenggaraan pemilu menjadi lebih sederhana lantaran tokoh yang akan dipilih tidak banyak. "Peserta pilpresnya tidak terlalu banyak," kata anggota Komisi III DPR tersebut.

Ia menambahkan, angka PT yang ketat mencerminkan kuatnya dukungan publik terhadap capres dan cawapres yang diusung partai politik. Menurutnya jika pasangan diusung partai bersuara rendah maka legitimasi publik terhadapnya menjadi berkurang. "Suara legislatif suara publik. Suara partai suara rakyat," katanya. 

Reporter : Muhammad Akbar Wijaya  
Redaktur : Mansyur Faqih
Sumber : Republika

Selasa, 07 Mei 2013

Demokrat Mengaku Calegnya Berkualitas

INILAH.COM, Jakarta - Walau terbukti banyak bacaleg Partai Demokrat merupakan keluarga dekat SBY, namun dinilai tidak bermasalah. Bahkan, Demokrat menyebut para caleg tersebut berkualitas.
Pasca pendaftaran nama caleg ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Demokrat mendapatkan sorotan yang tajam dari publik karena mencantumkan beberapa nama yang berasal dari keluarga Cikeas atau Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Teuku Reifky Harsya MT mengatakan sorotan yang dialamatkan kepada Partai Demokrat adalah hal yang wajar.
"Tetapi yang jelas, dalam penyusunan daftar bakal calon legislatif (bacaleg) di Partai Demokrat, semuanya telah melalui proses penjaringan yang obyektif dan transparan," ujar Riefky di Jakarta, Senin (6/5/2013).

Menurutnya, proses penjaringan bakal caleg di Partai Demokrat sedikitnya ada 1800 orang yang mendaftar menjadi caleg. Dari angkat tersebut hanya 1400 orang yang lolos verifikasi tahap awal, sedangkan untuk verifikasi tahap kedua hanya tersisa 1109.

"Pada tahap pembobotan oleh timsatuan tugas (Satgas) Penjaringan, terpilihlah 560 orang bacaleg yang akan ditempatkan di 77 dapil. Selanjutnya, ke- 560 bacaleg itu disampaikan ke Majelis Tingi untuk dikoordinasikan dengan 33 Ketua DPD (provinsi) guna menerima masukan," ungkapnya.

Dia mengatakan, Partai Demokrat mengaku pada enam komponen dalam penetapan caleg. Salah satu komponennya adalah anggota DPR yang saat ini sedang menjabat yakni 148 anggota DPR. Namun dalam perjalannya, ada beberapa yang menyatakan tak maju lagi sehingga totalnya ada 136 orang.

"Sisanya tidaknyaleglagi karena berbagai alasan seperti maju dalam Pilkada, maju sebagai calon DPD RI, ataupun karena faktor usia," kata Riefky.

Lebih lanjut, komponen sumber lainnya adalah, pengurus pusat DPP, pengurus DPD/ DPC, kader dan organisasi sayap partai PD, anggota PD non-kader dan tokoh masyarakat.

Dalam penetapan bacaleg itu, Satgas Penjaringan PD memiliki kriteria umum dan kriteria khusus. "Di antara kriteria umum yang penting adalah kesehatan, pendidikan & pelatihan, riwayat organisasi & pekerjaan, penghargaan dan status hukum para bacaleg," paparnya.

Adapun untuk kriteria khusus, menurut Riefky, penetapannya bergantung pada unsur sumber bacaleg masing-masing. Misalnya bagi bacaleg yang berasal dari komponen 'tokoh masyarakat', maka mereka itu mesti populer, akseptabel, dan memiliki pengaruh untuk mendapatkan suara yang signifikan.

"Peran aktif terhadap berbagai kegiatan kemasyarakatan selama ini, juga menjadi bahan pertimbangan utama bagi mereka," kata Riefky.

Riefky menyayangkan bila masih ada isu miring tentang nama-nama tertentu dalam daftar bacaleg PD. "Sebab semuanya berdasarkan pertimbangan yang legal dan rasional. Selain itu, penetapan bacaleg PD dilakukan dengan menghargai hak WNI yang dijamin konstitusi, yaitu hak untuk memilih dan hak dipilih," katanya.

Pada prinsipnya, selain menjamin hak berpolitik setiap WNI, sesungguhnya para bacaleg juga telah melalui seleksi yang ketat dalam proses pembobotan yang dilakukan oleh Satgas Penjaringan di PD.
"Demikian pula, dari sisi status hukum setiap bacaleg, terdapat persyaratan bahwa mereka tidak tersangkut tindak pidana korupsi, narkoba, asusila dan tindak pidana berat lainnya," tambah Riefky.

Riefky menjelaskan bahwa rata-rata umur bakal caleg PD tergolong muda. “Sekitar 60 prosen di antara bakal caleg di Partai Demokrat berusia di bawah 50 tahun. Dari jumlah itu, 27 prosen di antaranya berusia antara 21-40 tahun,” kata Riefky.

Menurut data yang ada, mayoritas tingkat pendidikan ke-560 bakal caleg PD itu adalah sarjana. “Alhamdulillah, sekitar 92 prosen jenjang pendidikan bakal caleg Partai Demokrat adalah lulusan S1, S2 dan S3,” tambah Riefky sambil tersenyum.

Partai Demokrat, menurut Riefky, juga secara serius mengusahakan keseimbangan gender. “Lebih dari 36 % bakal caleg kami adalah kaum wanita,” kata Riefky.

Walaupun dengan sistem suara terbanyak nomor urut tidak berpengaruh, tetapi dari hasil nilai pembobotan hampir separuh bacaleg wanita berada di urutan nomor awal.
“Sekitar 40 prosen bakal caleg perempuan di Partai Demokrat berada pada nomor urut atas, yakni di urutan satu, dua atau tiga,” tambah Riefky lagi.

Dengan menjunjung hak politik WNI yang dijamin oleh konstitusi (dipilih dan memilih), Mekanisme Penjaringan dan Proses Pembobotan yang telah dilalui setiap bacaleg, Survey bacaleg di dapilnya masing-masing serta dikoordinasikannya daftar bacaleg dengan 33 Ketua DPD (provinsi),
“InsyaAllah Partai Demokrat siap berkompetisi secara sehat dan optimal pada pesta demokrasi 2014 ini,” tegas Riefky. [gus]

Sumber : inilah.com

Ibas: Dulu Tidak Ada Orang yang Lirik Demokrat

Jakarta, Aktual.co — Sekjen Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro Yudhoyono membantah adanya hak istimewa bagi kerabat Ketua Umum (PD) Susilo Bambang Yudhoyono dalam penjaringan Daftar Calon Legislatif Sementara (DCS).

“Partai Demokrat telah menerapkan sistem rekrutmen dan penentuan Daftar Calon Sementara (DCS) secara transparan dan objektif. Dalam menyusun DCS, Partai Demokrat menggunakan sistem yang rapi dan persyaratan yang ketat," ujarnya dalam siaran pers kepada Aktual.co, Senin (6/5).

Terkait nama-nama keluarga dan kerabat, Ibas menjelaskan bahwa hak semua orang untuk berkarir di bidang apapun termasuk di bidang politik.

Ibas justru mengingatkan bahwa, nama-nama tersebut sudah lama aktif berjuang dan memajukan Partai Demokrat.

“Sejak 2001 ketika Partai Demokrat baru berdiri, terus terang tidak ada yang melirik dan mau bergabung. Yang mau dan berani bergabung adalah sejumlah tokoh dan keluarga, (isteri, kakak, adik)," imbuhnya.

"Setelah itu mereka aktif berkarier, jadi anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/Kota dari FPD. Kalau mereka berlanjut lagi, seperti suami-isteri, kakak-adik jadi anggota DPR RI/DPRD lagi, maka itu hak mereka,” terang Ibas.

Ibas menambahkan, Partai Demokrat secara objektif dan transparan juga membuka peluang bagi masyarakat umum untuk berjuang melalui Partai Demokrat.

“Selain kader yang sudah aktif, Partai Demokrat juga membuka peluang bagi non kader, meskipun jumlahnya hanya sekitar 10 persen untuk berjuang melalui Partai Demokrat,” tambahnya.

Ari Purwanto
Sumber : aktual.co

Senin, 06 Mei 2013

Konvensi Demokrat Panggung Besar bagi Capres Alternatif

RMOL. Konvensi calon presiden yang akan digelar Partai Demokrat diperkirakan akan menjadi fokus perhatian utama politik Indonesia sampai 2014 yang akan datang. Karena, konvensi yang diperkirakan dimulai bulan Agustus tahun akan langsung menyita dan mendominasi perhatian utama media dan pemberitaan.

Karena itu, jelas board of advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) Jeffrie Geovanie (Senin, 6/5), ini adalah panggung besar bagi capres-capres alternatif, yang akan dengan cepat mempopulerkan mereka dan panggung yang elegan buat menyampaikan gagasan dan memperkenalkan diri.

"Di bulan-bulan yang akan datang kita akan mulai mengenal secara mendalam melalui media-media figur-figur muda seperti Gita Wirjawan, Dino Patti Jalal, Chairul Tanjung, Dahlan Iskan, Mahfud MD, Irman Gusman dan lain-lain. Sebagai capres alternatif mereka sangat berpeluang untuk disukai oleh publik dan mulai dipilih oleh publik," jelas Jeffrie.

Rentang waktu yang panjang sampai mei 2014, akan membuat masyarakat dapat mempelajari siapa di antara mereka yang terbaik.

"Bahwa karena kehebohan itu Partai Demokrat akan mendulang kembali suara yang besar, itu adalah hal yang wajar dan pantas. Karena Partai Demokrat memberikan kesempatan buat putra putri terbaik bangsa maju sebagai capres," demikian Jeffrie. [zul]

Sumber : rmol