Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SBY. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juni 2013

Presiden SBY Sambut Baik Usulan Menjadikan DKPP Sebagai Model Beretika

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik usulan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk menjadikan institusi tersebut sebagai model beretika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi belum ada perundang-undangan khusus mengenai etika ini.

Ketua DKPP Jimly Asshidiqie menyampaikan hal ini seusai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Selasa (11/6) pukul 14.00 WIB. Jimly datang bersama anggota DKPP Ida Budhiati, Nelson Simanjuntak, Valina Singka Subekti, Saut Hamonangan Sirait, dan Nur Hidayat Sardini.

“Presiden SBY menyambut baik usulan DKPP untuk menjadikan DKPP model beretika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, mengingat saat ini pemerintah bersama DPR sedang membahas berbagai rancangan undang undang, seperti tentang etika pemerintahan,” kata Jimly.

Menurut Jimly, dalam pertemuan tadi tidak dibahas hal-hal khusus. Kedatangannya hanya untuk melaporkan kinerja DKPP sejak dibentuk pada 12 Juni 2012. Sejak dilantik setahun lalu, DKPP antara lain menerima pengaduan dugaan adanya pelanggaran kode etik, melakukan verifikasi laporan, menetapkan putusan dan menyampaikannya secara terbuka.

“Selain itu, DKPP berwenang memanggil pelapor, teradu atau terlapor (penyelenggara pemilu yang diduga melakukan pelanggaran kode etik), dan saksi-saksi yang terkait untuk memberikan penjelasan,” Jimly menjelaskan.

Keberadaan DKPP diharapkan sedapat mungkin mencegah praktik penyelenggaraan pemilu yang menyimpang dari nilai-nilai demokrasi. Pemilu, lanjut Jimly, harus diselenggarakan dengan mengacu pada asas-asas pemilu yang jujur dan adil (jurdil) dan demokratis. DKPP berfungsi menjaga kemandirian, integritas, dan kredibilitas penyelenggara pemilu.

Menurut Jimly, DKPP selalu aktif dan responsif terhadap setiap laporan atau pengaduan dugaan pelanggaran kode etik. Sejak 12 Juni 2012 hingga 31 Mei 2013, DKPP telah menerima 196 laporan dan 81 kasus sudah disidangkan dan ditindak melalui putusan DKPP. “Sisanya dikategorikan tidak memenuhi syarat atau BMS (belum memenuhi syarat),” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menambahkan.

Ketika menerima pengurus DKPP ini, Presiden SBY didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin, Mendagri Gamawan Fauzi, dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo. (webpresiden/wan)

Sumber : Partai Demokrat

Kamis, 02 Mei 2013

Presiden SBY: Era Buruh Murah Sudah Usai

Surabaya, Jawa Timur: Buruh bukan hanya faktor produksi, era buruh murah pun sudah usai. Jika karyawan telah bekerja produktif, tugas perusahaan memikirkan kesejahteraan buruh.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal ini saat berdialog dengan pekerja PT Unilever Indonesia Tbk, di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/5) siang.

“Sudah usai dibilang pekerja hanya faktor produksi semata, era buruh murah pun sudah selesai. Semua memiliki komitmen bahwa dengan bangkitnya perusahaan, semua pihak pun merasakan benefit yang nyata,” kata Presiden SBY.

Kepada jajaran manajemen perusahaan, Presiden juga berpesan jika karyawan sebuah perusahaan telah bekerja produktif, maka tugas manajemen dan perusahaan adalah memikirkan kesejahteraan karyawannya.
“Semakin sejahtera karyawannya, hasil kerjanya pun semakin baik,” ujar SBY.

Peningkatan daya saing penting bagi sebuah perusahaan. Salah satu elemen daya saing adalah produktivitas.
“Dari hal kecil kita bisa menuju hal yang besar. Produktivitas meningkat, maka pendapatan negara pun meningkat,” SBY menambahkan.

Peninjauan dan dialog dengan pekerja serta jajaran manajemen PT Unilever Indonesia ini dilakukan seusai Presiden dan Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono meninjau dan bersilaturahmi dengan pekerja PT Maspion Group di kawasan Sidorajo.

Dalam kunjungan ke PT Unilever Indonesia ini, Presiden Direktur Maurits Lalisang menjelaskan bahwa perusahaannya ingin menumbuhkan bisnisnya dua kali lipat. Pada waktu yang bersamaan, ujar Lalisang, Unilever juga ingin mengurangi dampak lingkungan serta meningkatkan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

“Sebagai aset utama perusahaan, para pekerja yang adalah bagian dari masyarakat Indonesia mendapat perhatian utama dari kami,” Lalisang menjelaskan.

Menurut Lalisang, PT Unilever Indonesia selalu mempertahankan hubungan kerja yang kondusif dan nyaman dengan para pekerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas perusahaan dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Kunjungan yang dilakukan Presiden SBY ini dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia yang jatuh pada 1 Mei 2013. Dalam kunjungan ini, Presiden menekankan kembali pentingnya hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dengan pekerja guna memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. (webpresiden/yor/wan)

Sumber : Demokrat

Rabu, 17 April 2013

Presiden SBY Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Bom di Boston, AS

Jakarta: Presiden menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban pemboman di Boston, Amerika Serikat, dini hari tadi waktu Indonesia. Ucapan belasungkawa tersebut telah disampaikan kepada Dubes AS untuk Indonesia Scot Marciel.

“Presiden telah menyampaikan belasungkawa tersebut. Berdasarkan laporan dari Dubes Scot Marciel, tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban,” kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Selasa (16/4) sore.

“Saat ini Konjen RI di New York terus memantau peristiwa ini. Konjen telah menghubungi sebagian WNI yang tinggal di sekitar Boston,” Julian menambahkan.

Sebagaimana diberitakan, lomba lari maraton di Boston, AS, berubah menjadi tragedi. Dua ledakan terjadi di dekat garis akhir (finish) lomba Boston Marathon, yang berjarak 50-100 meter dari para pelari. Dilaporkan 3 orang tewas, termasuk seorang anak berusia 8 tahun, dan lebih dari 100 orang lainnya luka-luka akibat ledakan ini.

Ledakan ketiga dilaporkan terjadi beberapa saat kemudian di perpustakaan John F Kennedy, sekitar 3 mil dari garis akhir Boston Marathon.

Bom yang meledak pada Senin sore waktu setempat, atau dini hari di Indonesia itu, menyebabkan korban terlempar ke jalanan. Beberapa saksi yang berada di lokasi mengaku mendengar suara ledakan yang kemudian diikuti dengan asap. Ledakan bom itu juga memicu kepanikan warga yang tengah menonton para pelari mendekati garis finish.

Besarnya ledakan juga mengguncang beberapa gedung yang berada di dekat lokasi. (webpresiden/dik
 

Senin, 15 April 2013

SBY Kumpul Jajaran Elite Partai Demokrat di Hotel Yasmin Resort

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA  - Presiden SBY dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat melakukan pertemuan dengan jajaran elite partainya, para anggota majelis tinggi PD di Cipanas. 

Namun, pertemuan yang dilakukan bukan di Istana Cipanas, ataupun di Hotel Palace, Cipanas, melainkan di Hotel Yasmin Resort,Cipanas, Jawa Barat. 

"Yang jelas, pertemuannya di Yasmin Resort, bukan di Hotel Palace. Pertemuannya memang di dekat Istana Cipanas," ujar salah satu petinggi DPP Partai Demokrat, Sutan Bathoegana saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Minggu (14/4/2013).

Pertemuan yang dilakukan, Sutan memastikan, selain konsolidasi, juga untuk membahas terkait daftar calon sementara (DCS) Partai Demokrat untuk DPR maupun DPRD tingkat I dan II. 

"Pertemuannya, intinya membahas soal caleg yang akan kita sampaikan ke KPU," tegas Sutan.  Dalam kesempatan itu, Sutan juga memastikan dalam minggu ini, akan segera diumumkan kepengurusan baru DPP Partai Demokrat. Yenny Wahid, dipastikan akan masuk dalam struktur kepengurusan. 

Sutan tak menjelaskan, dimana Yenny Wahid akan ditempatkan dalam struktur DPP Partai Demokrat. Yang jelas, Yenny Wahid sudah menyambangi Kantor DPP Partai Demokrat.
"Yenny Wahid sudah minggu lalu berkunjung ke DPP bertemu. Dia bertemu dengan  Direktur Eksekutif  DPP PD. Tunggu saja, dalam minggu ini, Selasa atau Rabu akan diumumkan kepengurusan resminya," Sutan memastikan. 

Sumber : Tribunnews

SBY Kumpulkan Ketua DPD Demokrat di Cipanas

Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mencium tangan ayahnya yang juga Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat tiba di areal Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Sabtu (30/3). Dalam KLB yang dipimpin E.E Mangindaan ini, SBY terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum partai. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan 33 ketua Dewan Pimpinan Daerah Demokrat di Palace Hotel, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad, 14 April 2013. Rencananya pertemuan dimulai pukul 14.00 WIB.

Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tenggara, Muhammad Endang, membenarkan informasi mengenai rencana pertemuan ini. Ia mendapatkan undangan pertemuan melalui pesan pendek dari Sekretaris Jenderal Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

"Ketua Umum DPP Partai Demokrat mengundang Bapak dalam rangka pengarahan dan konsolidasi," begitu bunyi pesan pendek undangan pertemuan konsolidasi Ketua DPD Demokrat, seperti yang diterima Tempo, Ahad siang.

Awalnya, pertemuan direncanakan berlangsung pukul 09.00 WIB. Namun kemudian dikoreksi menjadi pukul 14.00. "Undangan ini bersifat sangat penting dan TIDAK DAPAT DIWAKILKAN," begitu isi lanjutan undangan pertemuan tersebut.

Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan juga memastikan adanya pertemuan ini. Menurut dia, sejumlah anggota Majelis Tinggi juga akan hadir. Namun, Syarief yang juga menjabat sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ini tak memberitahukan agenda pokok pertemuan tersebut.

Sumber : Tempo

Bursa Capres 2014 Demokrat Lewat Konvensi Juni

TEMPO.CO , Jakarta:Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Bali, Made Sudarta, mengatakan pertemuan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan 33 Ketua DPD Demokrat di Palace Hotel Cipanas, Ahad, 14 April 2013, membahas pematangan daftar calon legislator partai berlambang mirip logo Mercy itu.

Meski keputusan daftar calon menjadi kewenangan Majelis Tinggi Demokrat, Made mengatakan SBY tetap meminta masukan dari pengurus daerah ihwal nama-nama calon ini. "Kami dimintai pandangan," kata Made kepada Tempo, Ahad, 14 April 2013 malam.

Menurut dia, dari nama-nama calon yang ada, pengurus daerah dimintai pendapat ihwal calon yang berasal dari daerah masing-masing. "Si A begini, si B begini," ujar Made. "Rekam jejakanya kan ada di daerah."

Jika nama itu dipandang layak menjadi calon, Satuan Tugas Penyeleksian Calon Legislator Demokrat akan memproses mereka. "Kalau tidak cocok, dikasih keterangan (nama calon itu)," ucap Made.

Pertemuan juga menyinggung konvensi yang bakal digelar Demokrat untuk memilih calon presiden 2014. Menurut Made, konvensi akan dilaksanakan pada Juni nanti. Panitia konvensi pun sedang dipersiapkan. "Sedang dibahas oleh Majelis Tinggi."

Ia mengatakan, rencana konvensi ini disampaikan langsung oleh SBY kepada Ketua DPD dalam pertemuan di Cipanas. Namun, belum dibahas metode dan mekanisme konvensi nantinya. "Tadi baru gambaran secara umum," kata Made. Atas rencana konvensi ini seluruh Ketua DPD menyambut positif.

Adapun pertemuan di Cipanas dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dan selesai sekitar pukul 17.00. Selain SBY dan 33 Ketua DPD, hadir juga sejumlah anggota Majelis Tinggi Demokrat dan Satgas Penyeleksian Calon Legislator Demokrat.

Minggu, 14 April 2013

Presiden Resmi Luncurkan Akun Twitter @SBYudhoyono

Cipanas, Jawa Barat: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono resmi meluncurkan akun twitter @SBYudhoyono, Sabtu (13/4) malam, di teras belakang Istana Cipanas, Bogor, Jawa Barat. Presiden menyadari bahwa posisi media sosial sekarang ini amatlah penting. Media sosial dapat menjalin komunikasi bebas hambatan dan bebas distori.

"Saya bergabung ke dunia twitter agar setiap hari saya bisa menyapa, berbagi, menyampaikan (barangkali) inspirasi, dan hal-hal penting yang mungkin berguna bagi rakyat kita yang menginginkan negara makin baik dan makin maju," kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Sebenarnya selama 7,5 tahun mengemban amanah rakyat, Presiden SBY sering berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat Indonesia. Misalnya, saat melakukan kunjungan ke daerah, Presiden dan Ibu Ani selalu menyapa, berbicara, mendengarkan aspirasi rakyat. Presiden juga menyampaikan apa yang dilakukan oleh pemerintah.

"Situasi itu terus kami jaga hingga saat ini, dan insya Allah sampai akhir masa bakti saya pada akhir tahun depan," SBY menjelaskan.

Komunikasi dengan masyarakat juga dilakukan Presiden SBY melalui pesan singkat atau sms dari handphone (hp) pribadi dan hp Ibu Ani. Di luar itu, SBY juga membuka saluran SMS 9949 dan PO Box 9949. Melalui dua saluran terakhir ini, tercatat sejak dibuka tahun 2005 total ada 3,5 juta sms dan 115 ribu surat masuk. Setiap dua pekan, Presiden mendapat laporan seluruh pengaduan masyarakat melalui SMS dan PO Box 9949. "Setiap dua minggu ibaratnya saya memahami apa yang menjadi perasaan dan pikiran rakyat kita," ujar Presiden.

Dari sms yang masuk selama ini dapat dipetakan sekitar 40-50 persen mendukung dan mengerti kebijakan pemerintah serta memberikan semangat. Ada juga yang bersifat netral, sekitar 20-30 persen. Namun juga ada yang negatif dan kurang mendukung sekitar 20-30 persen.

Untuk memahami itu semua, Presiden SBY merasa perlu untuk menambah saluran komunikasi secara langsung. Twitter itulah salah satunya. "Menyapa, merespon, memberi informasi, mendudukan masalah pada konteksnya yang benar dan hal lain yang menurut pandangan saya bagus bisa dialirkan langsung melalui media sosial atau twitter ini," Presiden SBY menambahkan.

Presiden SBY sadar bahwa media konvensional mempunyai kebijakan dan hukum sendiri yang membuat apa yang ingin disampaikan sering tidak tersampaikan secara utuh kepada masyarakat. "Dengan tetap merangkul media konvensional, baik cetak maupun elektronik, maka saya niati betul untuk masuk ke dunia twitter," Presiden SBY menjelaskan alasannya.

Twitter tersebut akan ditulis langsung oleh SBY. Tentu dengan tetap menempatkan tugas sebagai kepala negara dan pemerintahan sebagai prioritas. Untuk itu, SBY akan dibantu staf pribadi untuk nge-twit.

Untuk urusan masuk ke dunia 'celotehan' ini tidak ada anggaran khusus. SBY menepis rumor yang mengatakan bahwa ia harus mengeluarkan sejumlah uang. "Tidak pernah terlintas dalam piikiran saya untuk melakukan seperti itu. Silakan dicek nanti," SBY menegaskan.

Menurut Presiden, diantara pemimpin G20 hanya tinggal empat orang yang belum memiliki akun twitter, SBY salah satunya. "Katanya twitter sudah menunggu kapan Presiden SBY bergabung, dan begitu mendengar saya bergabung benar sebagai ucapan terima kasih maka proses verifikasi ini dilakukan dengan cepat dan saya berterima kasih," Presiden menuturkan.

Bila ada kata-kata keras dan kasar yang dialamatkan kepada akun twitter-nya, Presiden SBY menyerahkan proses penilaiannya kepada seluruh pengguna twitter. "Yang saya tangkap adalah substansinya, bukan kata demi kata. Ini negara demokrasi, tentu karakter diantara kita berbeda-beda. Baik-baik saja kita saling berbagi, saling menyapa, saling menyampaikan pandangan kita," Presiden menandaskan.

Diakhir sambutannya, Presiden langung menulis 3 tweet dan 1 replay:

@SBYudhoyono: Halo Indonesia. Saya bergabung ke dunia twitter untuk ikut berbagi sapa, pandangan dan inspirasi. Salam kenal. *SBY*

@SBYudhoyono: Terhadap kecelakaan Lion Air di Bali, saya telah instruksikan Menhub untuk merawat yang luka dan melakukan investigasi. *SBY*

@SBYudhoyono: @boediono Terima kasih Pak Boed, semoga kita bisa saling menyapa dan berbagi dengan saudara2 kita rakyat Indonesia. *SBY*

@SBYudhoyono: Selamat bermalam minggu bersama keluarga dan sahabat. Sambil rileks, semoga bisa mencerahkan hati dan pikiran. *SBY* http://pic.twitter.com/wm6LCKbR2S

Terakhir, Presiden SBY juga mem-folbek 3 wartawan yang sedang meliput dan sudah mem-follow akun twitter-nya. Folbek dilakukan dengan cara pengundian. Pada saat launching akun twitternya, SBY didampingi seluruh anggota keluarga, ada Ibu Ani, Agus Harimurti, dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Para staf khusus presiden juga hadir. (dit)

Sumber : http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2013/04/13/8943.html